Petani Desa Kedungbanteng dan Putat Keluhkan Saluran Irigasi Tersumbat, Harapkan Normalisasi dari Pemerintah

MAT SUKENI

- Redaksi

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:10 WIB

507 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidoarjo // Bara-Newd.it.com Para petani di Desa Kedungbanteng dan Desa Putat, Kabupaten Sidoarjo, mengeluhkan kondisi lahan pertanian yang hingga kini sulit kembali produktif pascabanjir yang melanda wilayah tersebut. Mereka berharap pemerintah desa maupun instansi terkait segera melakukan normalisasi saluran irigasi agar aktivitas pertanian dapat kembali berjalan dengan baik.

 

Salah seorang petani yang akrab disapa Kamim, warga Desa Putat, menuturkan bahwa sebelum terjadi banjir, kehidupan masyarakat berjalan normal. Setiap pagi para petani berangkat ke sawah untuk menggarap lahan masing-masing, bahkan dalam satu tahun mereka mampu menanam padi hingga dua sampai tiga kali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, sejak banjir melanda, kondisi tersebut berubah drastis. Banyak lahan pertanian yang tidak dapat digarap karena terendam dan sistem pengairan mengalami gangguan. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, sebagian petani mengaku tidak dapat bercocok tanam sama sekali.

“Tahun ini pun kami masih belum bisa menggarap sawah. Saluran irigasi dipenuhi tanaman kangkung liar, sementara lahan sawah ditumbuhi eceng gondok dan ilalang yang lebat. Akibatnya aliran air tidak lancar dan kami kesulitan membersihkan lahan,” ujar Kamim.

Menurut para petani, kondisi tersebut tidak hanya menghambat proses tanam, tetapi juga berdampak pada menurunnya hasil pertanian dan pendapatan masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

Mereka berharap Pemerintah Desa Kedungbanteng, Pemerintah Desa Putat, serta dinas terkait segera turun tangan melakukan normalisasi saluran irigasi dan pembersihan gulma yang menutupi saluran maupun lahan pertanian. Langkah tersebut dinilai penting agar aliran air kembali normal dan para petani dapat kembali mengolah sawah mereka.

Para petani juga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah mengingat sektor pertanian merupakan sumber mata pencaharian utama masyarakat di kedua desa tersebut. Dengan normalisasi irigasi, mereka optimistis produktivitas pertanian dapat kembali meningkat dan perekonomian warga perlahan pulih.

Redaksi//

Bara-News.it.com 

(Luqman)

Berita Terkait

Pemuda 24 Tanah Merah Laok Bentuk Panitia Persiapan HUT RI ke-81, Siap Gelar Semarak Perayaan Termasuk Baksos Pengobatan Gratis  
Proyek Pengurukan Diduga Bermasalah di Bambe: Macet Meluas, Warga Tertekan, Keterlibatan Oknum Disinyalir  
Aliansi Rakyat Jawa Timur Menggugat: Desak Penangkapan Febrie Ardiansyah dan Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
Korupsi Pakan di Kebun Binatang Surabaya, Choirul Anwar Jadi Tersangka, Hewan Menderita
Oknum Polisi di Blitar Diamankan Saat Penggerebekan di Rumah Penjual Sabu, Masih Jalani Pemeriksaan
Bayi Kembar di Tinggal wafat Ibunya ” Ketua DWP Sekaligus Ketua TP PKK Kecamatan Tlogosari Mery Rian Hidayat Melakukan Kunjungan Sosial
Sajak Harum Resmi Meluncur, Brand Parfum Racikan Putri Indonesia DKI Jakarta 6 2025 Banjir Pujian
Barack Obama: A Legacy of Progress and Change

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:42 WIB

Tak Kenal Batas Wilayah, Tim Jatanras Polres Simalungun Bersama Polsek Gunung Malela Buru Pelaku Curas hingga Provinsi Riau dan Berhasil Bekuk Tersangka

Minggu, 19 Juli 2026 - 04:43 WIB

Oknum Polisi di Blitar Diamankan Saat Penggerebekan di Rumah Penjual Sabu, Masih Jalani Pemeriksaan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 00:42 WIB

Prof Dr KH Sutan Nasomal Bangkit:: Media Sudah Bicara, Mengapa Hukum Diam? Ketika Tambang Ilegal di BINTAN Lebih Kuat dari UUD”

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:10 WIB

Diduga Abaikan Instruksi Wali Kota, Komisaris PT Bensuli Salam Makmur Dilaporkan atas Dugaan Percobaan Pembunuhan

Berita Terbaru