Gubernur Bobby Nasution Heran Batubara Tak Kirim Kontingen MTQ Ke-40 Sumut, Soroti Komitmen Daerah terhadap Syiar Islam

Jusmahda

- Redaksi

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:31 WIB

5053 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, 17 Juni 2025 – Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara yang berlangsung meriah di Lapangan Astaka, Medan, Senin (16/6/2025) malam, menyisakan perhatian khusus dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Pasalnya, Kabupaten Batubara tercatat tidak mengirimkan kontingen untuk mengikuti perhelatan akbar keagamaan tersebut.

Ketidakhadiran kontingen dari Kabupaten Batubara membuat Bobby Nasution mengaku heran. Menurutnya, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi wadah mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat syiar agama, serta menunjukkan komitmen daerah dalam membina generasi Qurani.

“Saya belum dapat info kenapa Batubara tidak mengirim. Batubara tidak mengirim ya, Batubara tidak mengirim,” ujar Bobby kepada awak media usai menghadiri pembukaan MTQ.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur mengungkapkan bahwa dirinya cukup terkejut mengetahui salah satu kabupaten dengan mayoritas penduduk beragama Islam justru tidak berpartisipasi dalam kegiatan yang menjadi agenda resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tersebut. Ia bahkan mengaku merasa kurang nyaman di hadapan para pejabat pusat yang turut hadir dalam acara pembukaan karena adanya daerah yang tidak ikut ambil bagian.

Menurut Bobby, MTQ merupakan kegiatan yang memiliki nilai strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam pembentukan karakter religius dan akhlak generasi muda. Oleh karena itu, kehadiran seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara dinilai sangat penting sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan nilai-nilai keislaman.

Dalam keterangannya, Bobby kemudian membandingkan sikap Kabupaten Batubara dengan sejumlah daerah lain yang memiliki jumlah penduduk muslim relatif lebih sedikit, namun tetap menunjukkan antusiasme dan komitmen dengan mengirimkan peserta.

“Justru Nias mengirim ya, kita tahu Nias minoritas muslim, justru mengirim. Kemudian Toba, Tapanuli Utara walaupun beberapa kontingen tapi tetap ngirim,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan apresiasi gubernur terhadap semangat kebersamaan yang ditunjukkan daerah-daerah dengan populasi muslim minoritas. Meski memiliki keterbatasan jumlah peserta, mereka tetap hadir dan berpartisipasi dalam menyukseskan MTQ ke-40 Sumatera Utara.

Bobby menilai keikutsertaan seluruh daerah dalam MTQ merupakan bentuk penghormatan terhadap agenda keagamaan tingkat provinsi sekaligus simbol persatuan masyarakat Sumatera Utara yang terdiri dari berbagai latar belakang budaya dan agama.

Dengan nada menyayangkan, Bobby bahkan melontarkan pernyataan yang mengundang perhatian publik terkait absennya Kabupaten Batubara dalam kegiatan tersebut.

“Batubara gak tahu saya, masih Provinsi Sumatera Utara mudah-mudahan,” ujarnya.

Pernyataan itu mencerminkan kekecewaan sekaligus harapan agar seluruh pemerintah daerah dapat menunjukkan komitmen yang sama dalam mendukung program-program pembinaan keagamaan yang dilaksanakan pemerintah provinsi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Bupati Batubara, Baharuddin Siagian, maupun pihak Pemerintah Kabupaten Batubara terkait alasan tidak mengirimkan kontingen pada MTQ ke-40 Provinsi Sumatera Utara.

Sementara itu, MTQ ke-40 Sumatera Utara diikuti oleh ribuan peserta dan official dari berbagai kabupaten dan kota. Kegiatan tersebut menjadi ajang pencarian qari dan qariah terbaik yang akan mewakili Sumatera Utara pada MTQ tingkat nasional. Selain itu, MTQ juga diharapkan mampu meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketidakhadiran Kabupaten Batubara dalam ajang ini pun menjadi perbincangan di berbagai kalangan masyarakat. Banyak pihak menilai perlu adanya penjelasan resmi agar publik mengetahui alasan di balik keputusan tersebut, mengingat MTQ merupakan agenda penting yang selama ini selalu mendapat dukungan dari seluruh daerah di Sumatera Utara.

Masyarakat kini menantikan klarifikasi dari Pemerintah Kabupaten Batubara guna menjawab berbagai pertanyaan yang muncul sekaligus memberikan kepastian terkait komitmen daerah dalam mendukung kegiatan keagamaan di tingkat provinsi.

( RED )

Berita Terkait

Advokat Surabaya Alami Penganiayaan
Gebyar Nobar Piala Dunia 2026: Sinergi TNI-POLRI Eratkan Kebersamaan Warga Menganti di Wargul New Kampret 2  
Perkuat Pengawasan dan Pelayanan di Bidang Kepabeanan dan Cukai, Bea Cukai Langsa Catat Kinerja Positif Pada Semester I Tahun 2026
Perkuat Akuntabilitas Kinerja, Kodim 0811/Tuban Terima Kunjungan Tim Wasrik Itdam V/Brawijaya
Klarifikasi Pimpinan Pesantren Raudhatul Hasanah: Publik Berhak Mendapatkan Fakta yang Utuh
‎Jangan Biarkan Sekecil Apa Pun Narkoba Masuk ke Hidup Kita:Polres Aceh Tenggara Amankan Pelaku Sabu di Babussalam
Karyawan Cafe Bawa Kabur Motor dan Laptop, Pelarian AS Berakhir di Jambi
Pesantren yang Diresmikan UAS Terancam Digusur, Wali Santri: Jangan Korbankan Pendidikan Akhirat Demi Proyek Baru

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:02 WIB

Aliansi Rakyat Jawa Timur Menggugat: Desak Penangkapan Febrie Ardiansyah dan Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:44 WIB

Sajak Harum Resmi Meluncur, Brand Parfum Racikan Putri Indonesia DKI Jakarta 6 2025 Banjir Pujian

Rabu, 29 Maret 2023 - 01:48 WIB

Barack Obama: A Legacy of Progress and Change

Berita Terbaru